Pages

Kamis, 19 Juni 2014

Belajar Sejarah di Museum

Museum kota Makassar. Tempat yang baru pertamakali saya kunjungi, dan sempat nyesel juga sih kenapa baru berkunjung kesitu.

Tempatnya keren soalnya bisa tau sejarah kota Makassar. Nah di museum td saya baru tau kalo dulunya balaikota Makassar sekarang adalah kantor gubernur dan museum sekarang dulunya adalah balaikota Makassar.

Nah, sedangkan lapangan karebosi itu dulunya luas banget sampai ke lapangan hasanuddin sekarang. Tempat wajib dikunjungi deh pokoknya. Mari lestarikan dan belajar sejarah di Museum. Ayo ke Museum #bukankampanye :)) (rza)

Senin, 19 Mei 2014

Edugreen Goes to RHD

Belajar langsung dari Sang Maestro Lingkungan


KOMUNITAS yang tergabung dalam HiLo Green Community Makassar mengadakan fieldtrip, Minggu, 27 April lalu. Sebanyak 11 greeners (sebutan akrab bagi penggiat lingkungan) ikut berpartisipasi dalam kegiatan kali ini.

Kegiatan yang disebut dengan Edugreen Goes to ini mengunjungi Ruah Hijau DEnassa (RHD) yang berlokasi di Kawasan Bontonompo kabupaten Gowa. RHD memang dikenal sebagai tempat konservasi tanaman dan tempat belajar bersama.

Kedatangan greeners HGC disambut gembira oleh Darmawan Denassa pendiri Rumah Hijau Denassa, apalagi antusias mereka bisa dibilang sangat tinggi. Buktinya beberapa diantara mereka banyak memberikan pertanyaan seputar materi yang memang sangat menarik untuk dipelajari.

Seperti pengetahuan tentang tanaman dan hewan lokal sulsel yang ada di RHD beserta kerifan lokal yang dianut oleh masyarakat Sulsel. Nah, beberapa tanaman tersebut ternyata memiliki keunikan dan cerita menarik dibelakangnya. Seperti tanaman 'Langoting' yakni tanaman yang daunnya dipercaya oleh masyarakat sebgai penangkal petir, dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang didapatkan lainnya.

Menurut Zacky Ghaasali kunjungan ke RHD, merupakan wadah edukasi bagi member HGC Makassar."Ini merupakan salah satu program kegiatan kami. Yaitu Edugreen goes to dimana kami mendatangi langsung tempat-tempat dan tokoh pahlawan dibidang lingkungan untuk bisa menambah pengetahuan dan mendapatkan pengetahuan secara langsung," ungkapnya.

Denassa pun mengungkapkan rasa gembiranya dengan kehadiran HGC Makassar ke RHD."Kedepannya banyak hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda seperti HGC. Seperti konservasi lingkungan dan lebih banyak terlibat dalam kegiatan untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman dan hewan di Sulsel," ujarnya.

"Apalagi banyak anak muda hanya mendengar nama sebuah tanaman tapi tidak pernah melihat wujud aslinya. Makanya kami hadir guna memberikan edukasi buat mereka," tambah Denassa.(rza)

Kamis, 17 April 2014

Serunya Weekend Bareng HiLo Makassar

WEEKEND bareng HiLo (WH) Makassar mengusung tema Green Yourself digelar Sabtu dan Minggu, 12-13 April lalu. Acara yang diadakan oleh HiLo Green Community (HGC) Makassar ini diikuti oleh greeners (sapaan akrab bagi penggiat lingkungan) yang ada di kota Makassar. Greeners yang terdiri dari 15 komunitas, 25 followers @HiLoMKS dan beberapa himpunan dari Universitas yang ada di kota Makassar juga ikut ambil bagian. Acara ini merupakan rangkaian terakhir dari WH yang diadakan disepuluh kota yang ada di Indonesia dan merupakan program yang digagas oleh Pemenang HiLo Green Ambassador 2013 Arya Ondrio.

Beberapa komunitas yang hadir diantaranya, Makassar Berkebun, Earth Hour Makassar, Sobat Bumi Makassar, dan masih banyak lagi. Mereka tak ketinggalan untuk ikut beraksi bersama dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut.
Nah, hari pertama diadakan seminar advokasi green. Bertempat di Aula Benteng Rotterdam Makassar ini, hadir sebagai pembicara bapak Surono perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) kota Makassar, Christian Natalie co-founder Greeneration Indonesia, dan tak ketinggalan Dermawan Denassa (Rumah Hijau Denassa) salah satu penggiat lingkungan di Sulsel.

Walikota terpilih Makassar Muhammad Ramdhan Pomanto, yang rencananya akan ikut memberikan materi berhalangan hadir, tapi beliau sempat memberikan beberapa pesan kepada greeners Makassar lewat rekaman videonya.

"Saya mengimbau gunakan prinsip Lisa, Lihat sampah dan Ambil untuk Makassar lebih bersih. Mari memberikan kontribusi untuk lingkungan kota Makassar dengan menanam pohon, sehingga hasil kontribusi tersebut bisa ambil bagian dalam menopang kehidupan yang lebih baik kedepan," harap Dani.
Dalam kegiatan ini hadir pula pemenang HiLo Green Ambassador (HGA) 2013, Arya Ondrio dan Brand executive HiLo sekaligus Runner up ketiga HiLo Green Ambassador 2013, Ririn Prameswari.

Sementara, rangkaian acara hari kedua diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Berlokasi di Car Free Day (CFD) pantai Losari, members HGC Makassar dan gabungan beberapa komunitas Hijau melakukan aksi seperti; rampok kresek, dimana member HGC bersama komunitas hijau lainnya menukarkan kantong plastik yang dibawa pengunjung CFD Losari dengan reusable bag, yakni kantong serba guna yang bisa digunakan secara berulang,sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan plastik.
Tak hanya itu, mereka pun melakukan donor darah serta cek kesehatan gratis untuk para pengunjung. Weekend bareng HiLo pun ditutup dengan aksi bersih-bersih Losari dimana mereka dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan jenis sampah yang akan dibersihkan.
Arya Ondrio pemenang HGA 2013 pun mengharapkan agar pemuda Makassar bisa lebih mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Karena Makassar punya pemuda yang memiliki modal dan niat untuk melestarikan lingkungan.
"Makassar punya potensi wisata lingkungan yang beragam. Sebagai pemuda kita memang harus menjaga itu semua, mulai dari kampanye hingga beraksi nyata. Apalagi orang sekarang kurang menarik jika harus membahas mengenai isu lingkungan. Jadi sudah tugas pemuda untuk menyadarkan masyarakat mengenai lingkungannya. Apalagi pemuda Makassar keren-keren dan peduli," ungkap Arya. (MT_ADV--RZA_DZK)


NB : Terbit di Website Makassar Terkini, Selasa 15 April 2014

Selasa, 08 April 2014

Selfie, Norak tapi Kece?





TAHU selfie gak teman? Yak si Ratu dangdut itu! *Itu Elvi Sukaesih kelleeeeesssss* *krik* Hahaha. Yaps back to the topic, 2014 gak tahu selfie? kayaknya asal kamu perlu dipertanyakan apakah kamu tinggal di bawah batu atau dimana. Pasalnya selfie udah menjadi hal lazim di tahun 2014 ini.

Nah, sebelum membahas lebih lanjut soal Selfie menyelfie ini, kita cari tahu dulu arti kata selfie itu sendiri. Menurut "definisikata.com" Selfie secara harfiah diartikan sebagai aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme. Jika ditelusuri lebih jauh lagi dari referensi pustakawan Britania. Selfie merupakan sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian di unggah ke situs media sosial.

Tujuannya? Bisa aja jadi ajang pamer ketampanan dan kecantikan si pelaku selfie. Nah, Layanan media sosial untuk mengunduh foto seperti Instagram maupun Path menjadi korban pelaku selfie ini. Dan, tahu gak katanya tim Oxford melalui penelitiannya, istilah ini pun mulai digaungkan sejak tahun 2002 yang lalu melalui forum MySpace dan Flickr.

Tapi, selfie gak melulu diidentikkan dengan foto sendiri banyak juga yang melakukan foto selfie secara rame-rame. Tapi yang jadi pertanyaan saya foto selfie rame-rame bisa dikatakan selfie? Bukannya Selfie berasal dari kata bahasa inggris 'Self' yang berarti sendiri? Entahlah! Tapi intinya menurut pengertian banyak orang termasuk saya Selfie itu ya seperti yang disebutkan diatas yaitu memotret diri sendiri entah itu Alone atau rame-rame.

Kehadiran Tongsis alias tongkat narsis pun menjadi salah satu penyebab menjamurnya virus selfie ini. Sebutlah tongsis lagi tren dan orang-orang pasti gak mau dikatakan sebagai orang yang ketinggalan tren yang jadi happening iya kan?

Baiklah, selfie pun dikatakan norak atau hal yang dilakukan oleh orang Alay. *Siapa bilang itu? Siniko weeeee* Tapi menurut saya sih gak juga. Malah keliatan kece apalagi kalau rame-rame bareng teman, kan bisa jadi ajang pembuktian kalau kita itu akrab *tssah. Lagian emang gak ada salahnya kan, handphone, handphone kita. Akun? ya akun kita kenapa orang lain sewot. Kalau gak mau liat updatean selfie kita ya jangan follow di Instagram atau jangan add path kita kan beres. Lagian pasti udah susah kalau gak liat si Selfie di akun medsos soalnya udah mendarah daging sampai ke sum sum tulang belakang para maniak medsos.

Tapi, jangan kebanyakan juga. Walaupun saya juga doyan selfie tapi jujur aja nih ya, kalau liat orang doyan selfie terus diupload berurutan di medsos risih juga. Kenapa gak sekalian diedit buat di jadiin satu.

Jadi, menurut saya selfie sih boleh-boleh aja. Sesering apapun juga gak masalah asal gak sering diupload aja, jangan sampai dalam semenit 20 foto selfie terpampang nyata di Timeline media sosial, yakali mukamu kan muka sempurna jadi harus diliat sama semua orang.

Yah bisa dikata selfie juga punya kode etik tersendiri *apatooong* yang harus dipenuhi oleh pelaku media sosial. Salah salah yang awalnya pengen dipuji Kece malah jadinya dikatain Norak kan malu-maluin, iya gk?? So, pintar-pintar lah berselfie. Cheeerrrsss!!! (rza)

Minggu, 16 Maret 2014

Launching HiLo Green Community Makassar

Komunitas Remaja Peduli Lingkungan


Berbicara soal lingkungan tentunya gak bakal lepas dari generasi muda. Pasalnya generasi muda yang bakal menjadi harapan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Nah, untuk itulah beberapa komunitas hijau dibentuk. Salah satunya ada HiLo Green Community (HGC) Makassar, sebagai komunitas muda yang ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Launching diadakan pada Minggu, 2 Maret 2014 kemarin.

Bertempat di Anjungan Pantai Losari, sejumlah anak muda melakukan aksi lingkungan dan sosial. Salah satunya mengajak warga kota untuk ikut menandatangani petisi dan menuliskan harapan untuk lingkungan kota Makassar kedepannya. Petisi yang dibubuhkan di spanduk bekas pakai ini nantinya akan diberikan kepada Walikota Makassar terpilih untuk ditindaklanjuti.
Bukan hanya itu, aksi bersih-bersih di Car Free Day (CFD) Pantai Losari gak ketinggalan dilakukan. Nah, inilah aksi pertama dari komunitas HGC Makassar. "Komunitas ini memang bergerak dibidang lingkungan, kita sih berharap agar remaja Makassar bisa lebih peduli dengan lingkungannya. Soalnya masa remaja kan merupakan generasi yang memiliki banyak ide untuk menjaga lingkungan," ujar Zacky Syasli Anansyah, salah satu perwakilan HGC Makassar.

Zacky sapaan akrabnya juga menambahkan jika di kawasan timur Indonesia masih sedikit komunitas peduli lingkungan. "Kita mau mengembangkan komunitas hijau di Makassar, apalagi kan komunitas lingkungan masih kurang di kawasan Indonesia Timur, dan Makassar merupakan salah satu kota besar jadi seharusnya ada komunitas hijau seperti ini," ungkapnya.

Bukan hanya itu saja, selain launching HGC Makassar, kegiatan ini juga dikolaborasikan dengan 2nd Anniversary L-Men Community Makassar yang mengadakan acara fun run melewati beberapa rute wisata yang telah ditentukan dan juga program-program pengabdian sosial seperti cek gula darah, cek tensi darah, cek kesehatan dan komposisi tubuh.

HGC Makassar bersama-sama dengan L-Men Community Makassar juga melakukan penggalangan dana untuk korban kebakaran. Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan alat masak dan keperluan sekolah bagi para korban. 
“Selain masalah lingkungan, kami juga ingin berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan” ujar Zacky.
Bagi HiLoers yang mau bergabung, silakan langsung mention Twitter @HiLoMKS (rza/HiLo)

NB : Terbit di Website resmi HiLo Maret 2014

Senin, 02 Desember 2013

Onde-Onde Lajang

Onde-onde lajang. Yes I can say that, katanya si Titha sepupu aku. Ini Onde-onde spesial yang dibuat limited edition dengan mantra-mantra tertentu saat acara pernikahan.

Dibuat khusus buat para lajang yang belum ketemu Jodoh. Katanya kalau dimakan bisa ngikutin jejak sang pengantin buat dapat jodoh minimal pacar lah. Hahahah.

Gak tau juga sih kalau bener apa gak. Tapi berhubung JOMBLO gak ada salahnya di coba. Dan saat si Titha ke Pesta pernikahan temennya doi bawa pulang dan dikasih ke aku empat Biji. Semoga aja berkah dan dapat jodoh empat. *eh hahahaah. Kita liat saja bagaimana Khasiat dari Onde-onde lajang ini.(rza)

Minggu, 08 September 2013

Adiduri Band Nuansa Etnik sebagai Ciri Khas

Profil:
Nama Band : Adiduri Band
Berdiri : 9 Mei 2009
Aliran : Pop Soul
CP : 085242842346/085398224463
Twitter : @ADIDURIofficial
Website : www.ADIDURI.blogspot.com
Prestasi :
1. Juara 1 A Mild Wanted Regional Indonesia Timur 2012
2. Finalis Nasional A Mild Wanted 2012
3 Juara 2 Nasional Yamaha Free Your soul 3
4. Juara 1 Cipta Lagu Religi Se-Jawa Tengah




SELAIN penampilan Grup Musik HiVi! Nah, acara Pesta Satu Dekade KeKeR juga bakal dimeriahkan oleh Adi Duri. Salah satu band yang emang jadi favorit remaja Makassar saat ini. Tapi sebelumnya yuk kita kenal lebih dekat dengan Adi Duri.

Adi Duri Band terbentuk pada tanggal 9 Mei 2009 di Yogyakarta. Soalnya semua personelnya rata-rata kuliah di Yogyakarta, setelah lulus kuliah mereka pun kembali ke Makassar dan melanjutkan kariernya di Kota Daeng. Berawal dari project solo sang vokalis, tapi karena merasa lebih cocok buat ngeband makanya Adi mengajak teman-temannya membentuk grup band.

Saat di Jogja, mereka pun sempat mengikuti beberapa ajang Indie, dan lagu-lagunya sempat menjadi hits di beberapa radio di Indonesia. Band yang digawangi Adi (Vokal), Alif (Elektrik Gitar), Akbar (Akustik Gitar), Azhar (Bass), Ichal (Keyboard) dan Noa (Drum) ini juga pernah menjadi pengisi acara talk show Kick Andy setelah memenangi ajang Yamaha Free Your Soul ke-3 di Jogja.

Nah, “Pantai yang Indah" menjadi single andalannya sudah punya video klip loh. Dan lagu ini masuk dalam Mini Album Kompilasi nasional finalis A Mild Wanted 2012. "Kita sudah punya 11 single, dan sementara lagi menggarap mini album," ungkap Adi Muchran vokalis Adi Duri.

Aliran Popsoul merupakan aliran band yang juga menjadi pemenang dalam Lomba Cipta Lagu Religi se-Jawa Tengah. Aliran yang memadukan antara unsur musik pop dengan unsur etnik Indonesia seperti alinan musik suling dan gamelan.

"Kami memang memilih aliran musik Popsoul, agar lebih mudah diterima. Apalagi aliran popsoul masih kurang di pasaran musik Indonesia dan inilah salah satu ciri khas Adi Duri," Tambahnya.

Band yang dapat inspirasi dari The Script, John Mayer, BIP, dan SWudjiwo Tedjo untuk unsur etniknya ini bukan hanya fokus ngeband aja loh. Mereka juga masih peduli dengan pendidikan, seperti sang vokalis yang sedang menempuh pendidikan S3 di Unhas, dan menjadi dosen di beberapa universitas.

"Personil lainnya juga masih kuliah, jadi kami bukan hanya fokus untuk dunia musik saja tetapi kita juga masih mementingkan pendidikan," ujar Alif.

Ditanya soal persiapan manggung di puncak acara Pesta Satu Dekade, mereka mengakui bakal memberikan penampilan spektakuler. "Intinya kami bakal berikan performa terbaik,” tutup Adi.(rza/ars)


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Sabtu 7 September 2013

Fotonya @rezakahlil

Fotonya @rezakahlil
Sayami Ini, Inimi Saya