Pages

Senin, 19 Agustus 2013

Metamorfosis Beri Kejutan di Ultah KeKeR



Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday to KekeR. Yuhuuuu, senang banget KeKeR bisa menemani Sobat KeKeR hingga di usia yang ke-10. Nah, euforia hari jadi KeKeR tidak hanya dirasakan oleh kru KeKeR aja loh. Tapi Sobat KeKeR juga bisa merasakannya, buktinya ada beberapa SoKeRs yang sampai bela-belain buat kejutan di Redaksi.

Nah, kelompok persahabatan yang menamakan dirinya Metamorfosis, Sabtu sore, 17 Agustus lalu datang dengan membawa kue khas ulang tahun. Kehadiran mereka disambut redaktur KeKeR,  Arsyad Hakim dan juga kru KeKeR yang lagi bertugas. Tampak kebahagiaan tercipta saat mereka berkunjung. Hal ini membuktikan bahwa KeKeR memang menjadi sahabat remaja Makassar.

Menurut Retno Fadillah salah satu Sobat KeKeR yang tergabung dalam kelompok persahabatan metamorfosis, momen satu dekade KeKeR gak boleh dilewatkan. Kehadirannya sebagai rubrik remaja di kalangan remaja bisa memberikan inspirasi untuk bisa berkreasi.

"Kami datang dalam rangka momen ulang tahun KeKeR. Kita juga sudah merasa dekat dan menjadi sahabat buat KeKeR. Jadi gak ada salahnya kalau kita bawa kue ulang tahun dan memberikan sedikit kejutan buat kru KeKeR," ungkapnya.

Harapan menjadi wadah kreasi bagi remaja juga diutarakan Febi Alvionita. "Semoga tambah sukses, semakin terdepan dan berita-berita yang disajikan juga semakin keren. Intinya menjadi yang terbaik dari yang terbaik deh buat KeKeR," ujar Febi. (rza/ars)


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Senin 19 Agustus 2013

Sabtu, 17 Agustus 2013

KeKeR Selalu Menginspirasi Remaja

REPORTER : REZA KAHLIL
EDITOR : ARSYAD HAKIM



Rubrik Kegiatan dan Kreativitas Remaja atau paling dikenal dengan sebutan KeKeR, hari ini tepat berusia sepuluh tahun. Wah, gak kerasa yah! Satu dekade sudah KeKeR hadir menemani Sobat KeKeR dan menjadi wadah untuk menyalurkan pendapat, aspirasi dan berkreasi.

Terbit pertama kali pada 17 Agustus 2003, KeKeR menjadi rubrik remaja pertama di kawasan timur Indonesia. KeKeR juga hadir dengan konsep tematik dengan membahas beragam persoalan remaja yang lagi up to date, selain itu berbagai kegiatan yang meremaja juga tidak luput dari incaran KeKeR.

KeKeR juga menjadi wadah menyalurkan kreativitas loh, contohnya beberapa kegiatan yang diselenggarakan melibatkan remaja yang notabene pelajar. Seperti event tahunan KeKeR Koding Exhibition (KKE), KeKeR Futsal League, festival musik,  pelatihan jurnalistik, hingga bakti sosial.

Nah, kehadiran KeKeR memang menginspirasi bagi remaja untuk membaca koran yang kebanyakan dibaca oleh orang yang sudah bekerja. Hal tersebut diungkapkan Andi Eka Firman Ermawan, direktur Trans Studio Makassar.

"KeKeR memang lebih mengarah dan fokus ke pembaca remaja. Awalnya pembaca koran hanya bagi orang yang sudah bekerja, namun dengan hadirnya KeKeR pembaca koran remaja ikut meningkat. KeKeR juga memiliki program yang bagus dan segmented, hal ini merupakan hal positif yang perlu ditingkatkan," ungkapnya saat ditemui.

Nah, lebih lanjut, Eka menambahkan, untuk rubrik KeKeR bisa lebih membahas lagi tentang hal-hal yang lagi happening. "Temanya lebih di update dan lebih bervariasi lagi, biar kita juga orang tua bisa tahu tentang apa yang lagi diminati oleh remaja saat ini," tambahnya.

Andi Olle Mashurah, pengajar di rumah sekolah cendekia juga mengungkapkan, kehadiran KeKeR memang membantu pelajar untuk belajar kemampuan dasar dalam hal tulis menulis. Tak hanya itu Andi Olle pun berharap kedepannya isi pembahasan KeKeR semakin mendukung aktivitas belajar anak sekolah.

"Edisi yang memuat tentang cerita persahabatan, tim KeKeR sebaiknya lebih selektif lagi untuk memilih siapa yang bisa diliput dengan menggali hal-hal yang bisa menginspirasi pembaca," harapnya.

Menurut dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kurniati Zainuddin, S.Psi, MA, kehadiran KeKeR memang sangat penting karena remaja adalah bagian dari masyarakat yang butuh informasi dan rubrik sendiri. "KeKeR sangatlah bagus karena memberikan pencerahan pada remaja. Memberi informasi baru atau fenomena yang tidak terpikirkan sebelumnya," urai dosen mata kuliah Perkembangan Anak ini.

Wah, kehadiran KeKeR emang penting loh guys. Bukan hanya tempat menyalurkan pendapat remaja mengenai hal-hal yang terjadi di masyarakat, tetapi juga menjadi wadah menyalurkan prestasi dan kreativitas kamu loh. Nah, kedepannya kita berjanji bakal memberikan yang terbaik serta menjadi sahabat untuk para pembaca. I Love You Guys!!(*)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Sabtu 17 Agustus 2013

Jumat, 16 Agustus 2013

Yuk, Bangun Rasa Nasionalisme!!

REPORTER : REZA KAHLIL - GRATIA JOSEPHINE
EDITOR:  ARSYAD HAKIM




"Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, mer-de-ka, sekali medeka tetap medeka" pada tahu dong petikan lagu di atas? Yaps, setiap tahunnya pasti lagu “Hari Merdeka” berkumandang jelang hari Kemerdekaan Indonesia.

Yah! Selamat hari Kemerdekaan Indonesia Sobat KeKeR semua, gak terasa tanah air tercinta kita sudah berusia ke-68 tahun. Tentunya gak gampang loh buat meraih kemerdekaan sehingga bisa terbebas dari penjajah. Nah, seperti apa sih makna kemerdekaan bagi Sobat KeKeR. Yuk kita tanya komentar mereka, cekidot!

Angeline Jesica siswi kelas 7 di SMP Gamaliel menuturkan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia adalah hari yang sangat penting karena inilah akhir dari hasil pengorbanan dan perjuangan rakyat Indonesia.

"Kemerdekaan Indonesia itu merupakan hasil akhir dari semua pengorbanan dan perjuangan bangsa Indonesia,” tutur gadis penggemar Barbie ini.

Senada dengan Angeline, Jesica Kontesa siswi kelas XII IPA 1 di SMA Katolik Rajawali juga menyatakan bahwa 17 Agustus merupakan hari kemerdekaan yang merupakan asal mula lahirnya bangsa Indonesia yang merdeka.

"17 Agustus itu hari lahirnya Indonesia, itu juga merupakan asal muasal lahirnya kemerdekaan kita Indonesia," ujar cewek kelahiran 1996 ini.

Kalau Ade Satrio Wirawan, siswa SMAN 2 Makassar mengungkapkan jika lewat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia kita bisa lebih membangun rasa nasionalisme. "Hari kemerdekaan menjadi momen untuk membangun rasa nasionalisme, bukan hanya itu. Setiap masyarakat Indonesia bergembira dalam memperingati hari spesial ini dengan melaksanakan kegiatan yang meriah tiap tahunnya," ujar cowok berkacamata ini.

Tak ketinggalan Yovita Athalia Augusta Yomir, siswi kelas XI IPA 2 SMAN 1 Maros juga menuturkan jika hari kemerdekaan itu kita kembali diajak untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kebebasan dari tangan penjajah.

"Menurutku, kemerdekaan itu saat yang tepat untuk mengenang dan menghargai perjuangan pahlawan negara. Bukan hanya itu, sebagai generasi muda kita juga bertekad untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan untuk Indonesia," ungkap pencinta kuliner mi ayam.   

Nah, lebih lanjut dara yang akrab disapa Yovita ini mengatakan setiap menjelang tanggal 17 Agustus doi dan keluarganya akan menghias rumah dan halaman dengan bendera merah putih. "Selain menghiasi rumah dengan nuansa merah putih aku juga biasanya bersama keluarga menonton upacara pengibaran bendera pusaka di istana negara, biasa juga ikut menyaksikan pengibaran bendera di kantor bupati," ujar Yovita.

Sri Dewi Sandra siswi SMAN 21 Makassar kelas X juga menuturkan setiap tanggal 17 Agustus biasanya diperingati dengan meriah. "Aku sih biasanya ikutan memasang bendera, tak ketinggalan juga buat mengikuti lomba-lomba 17-an. Yah sekadar merayakan hari kemerdekaan dan kebebasan bangsa Indonesia," ujar dara yang menghidolakan penyanyi Afgan Syahreza ini.

Yaps, itu tadi beberapa pendapat SoKeRs tentang hari kemerdekaan. Emang sih sebagai warga negara yang baik kita patut mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang dahulu untuk merebut kembali kemerdekaan. Jangan sampai kita ngelupain perjuangan pahlawan dan seenaknya aja hancurin negara. Kan gak gampang buat merebut kemerdekaan, banyak hal yang harus dikorbankan. Gimana guys?(*)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Jumat 16 Agustus 2013

Kamis, 15 Agustus 2013

Hubungan Tanpa Status, Wajar gak sih?

Asalkan Gak Bikin Rugi

Shadrina Zatulini Munaf
Aktris




SEPASANG kekasih mesra-mesraan itu udah biasa. Tapi gimana kalau statusnya cuma teman tanpa ada hubungan asmara tapi malah kelihatan mesra. Wah, bisa mengundang gosip tuh. Atau malah emang sengaja buat nyembunyiin status kalau mereka lagi pacaran. Wiihh!!

Hmmm, menurut Shadrina Zatulini Munaf, pemeran Angel di sinetron Arti Sahabat. Biasanya hubungan tersebut bisa dibilang sebagai hubungan tanpa status atau lebih dikenal dengan istilah HTS.

"Nah, hubungan seperti itu biasanya disebut HTS. Jadi orang ngejalanin hubungan dekat dan emang awalnya temenan tapi sebenarnya ada hubungan spesial," ungkap dara kelahiran Jakarta, 22 November 1991 ini.

Cewek yang akrab disapa Nina ini juga menambahkan biasanya orang menyembunyikan hubungan karena memang gak mau mengakui kalau mereka menjalin hubungan.

"Jadi keduanya itu gak mau dianggap biar gak jadi beban. Soalnya terkadang orang gak berani jalanin komitmen karena takut nyakitin dan ngerusak pertemanan juga," tambah alumni SMAN 70 Jakarta ini.

Nah, ditanya soal pasangan yang menjalani hubungan tanpa status ini. Nina pun menganggap hal tersebut gak masalah asal gak mengganggu hubungan masing-masing.

"Seenggaknya gak ngerugiin hubungan satu sama lain. Mungkin aja mereka senengnya menjalani hubungan HTS-an bukan sebagai pacar," tutup aktris yang juga membintangi sinetron Pesantren Rock n Roll 3 ini ke KeKeR. (rza-mk6/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Kamis 15 Agustus 2013

Rabu, 14 Agustus 2013

Hari Pramuka, Tak Sekadar Seremoni

REPORTER: NURUL IZZAH -- REZA KAHLIL
EDITOR: ARSYAD HAKIM




PRAJA Muda Karana, ada yang mengenal sebutan ini? Yap, sebutan dengan arti rakyat muda yang suka berkarya ini merupakan kepanjangan dari pramuka. Dan hari ini, 14 Agustus merupakan peringatan Hari Pramuka ke-52.
   
    Sebagai anak yang mengenyam bangku sekolah, pasti tidak sulit deh menerka bahwa hari ini merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota pramuka. Jelaslah, hari ini kan hari berdirinya Gerakan Pramuka Indonesia yang secara resmi diperkenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961 yang ditandai dengan apel besar dan diikuti dengan pawai keliling Jakarta di depan Presiden RI, Soekarno.
    Nah, Mulyanti Ayu Wulandari, salah seorang anggota pramuka di SMAN 12 Makassar ini menuturkan, makna Hari Pramuka ialah untuk mengenang jasa-jasa pahlawan, mengenal sejarah dari pramuka, juga mengajarkan dan menanamkan jiwa patriotisme.
    "Saya bangga jadi anggota pramuka karena di pramuka kita bisa mengekspresikan karya dan kreasi, serta bakat yang kita miliki. Selain itu, saya juga mendapat banyak manfaat dalam sikap dan perilaku sehari-hari," jelas siswi kelas XII IPA 2 ini.
    Hal serupa diungkapkan Hilmiah, anggota pramuka yang akan dilantik menjadi Penegak Bantara di MAN 2 Model Makassar ini mengungkapkan, cara dia memaknai Hari Pramuka ialah mengikuti upacara peringatannya.
    "Bangga sekali bisa menjadi anggota pramuka sampai sekarang. Tentu saja, di setiap peringatan Hari Pramuka membawa makna untuk seorang pandu, yaitu untuk segala prestasi yang telah kita capai selama ini," tutur siswi kelas XI IPS 2 ini.
    Nah, Sri Kinanti Rahayu siswi kelas XII IPS 1 di SMAN 9 Makassar ini mengungkapkan, walau doi bukan anggota pramuka tapi, menurutnya, pramuka bisa memberikan pelajaran tentang arti kekompakan dan solidaritas.
    "Saya bukan anggota pramuka tapi menurutku menjadi anggota pramuka itu bisa banyak belajar soal kekompakan dan solidaritas sesama anggota pramuka. Bukan hanya itu kita juga bisa kenal dengan alam dan lingkungan lewat pramuka," ungkap cewek kelahiran 19 April 1996 ini.
    Senada dengan Ayu, Muhammad Khusnul juga menuturkan pramuka memberikan kita banyak pengalaman yang tentunya gak didapatkan di ruang kelas.
    "Banyak pengalaman seru tentunya yang didaptkan lewat pramuka, selain bisa menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Kita juga bisa membentuk jaringan pertemanan yang luas dan mendapatkan teman baru," urai siswa SMAN 9 Makassar kelas XII IPA 3 ini.
    Wah peringatan hari pramuka emang bukan sekadar acara seremonial saja yah guys. Ada banyak makna yang terkandung di dalam peringatannya. Misalnya nih, sadar untuk lebih menegakkan keadilan dan kejujuran serta memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama sesuai dengan jiwa dan semangat Pramuka. Gimana guys? Selamat Hari Pramuka!!(*)


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Rabu 14 Agustus 2013

Tampil Kece dengan Kacamata

RERPORTER: ANNISA DESYANA - REZA KAHLIL
EDITOR: ARSYAD HAKIM




KACAMATA sudah menjadi aksesoris fashion yang lagi trend. Mulai dari model, bentuk dan warna beragam bisa menjadi pelengkap atau pun kebutuhan hidup yang wajib dimiliki. Entah itu untuk mata minus maupun yang sekadar gaya-gayaan.
    Ada banyak koleksi kacamata yang mempunyai ragam bentuk unik. Menggunakan kacamata bisa terlihat keren dan membuat penampilan lebih istimewa, tapi bisa juga terlihat aneh kalau gak sesuai penampilan kita. Nah, yuk kita simak pendapat Sobat KeKeR tentang masalah ini.
    Muh Shaifin Nuha Lukman, siswa SMAN 14 Makassar ini mengaku sebagai pengoleksi beragam kacamata.     "Bagi saya kacamata itu salah satu cara untuk memberi nuansa baru terhadap wajah, jadi gak ada salahnya sih," ungkap cowok hobi gowes ini.
    Lain halnya dengan Mutiara Disah dari SMAN 1 Sungguminasa kelas XI IPA 2. Dara manis yang hobi membaca ini mengungkapkan bahwa memakai kacamata itu bisa membuat kita lebih percaya diri.
    "Kalau pakai kacamata terasa lebih nyaman, lebih kelihatan berbeda dan tampak keren, yah salah satu bentuk fashion lah," ungkap cewek kelahiran 21 April 1997 ini.
    Hampir sama dengan Mutiara, Hikma Fajar, siswi yang baru menyelesaikan studinya di SMAN 11 Makassar mengatakan bahwa penggunaan kacamata itu lebih keren tergantung dari style yang up to date.
    "Suka pakai kacamata untuk bergaya karena lebih kelihatan trendy, tapi kalau bergaya tergantung dari tempatnya sih," cuap cewek yang hobi renang ini.
    Nah, Dzakiyyah Marsuqah N siswa SMAN 21 Makassar kelas XII IPA 4 gak mau ketinggalan memberikan komentarnya. Menurut siswi yang bakal ikut pertukaran pelajar ke Brasil ini, sudah biasa kalau ada orang tampil gaya dengan kacamata.
    "Pakai kacamata itu sebenanrnya untuk mengoptimalkan penglihatan mereka yang kurang. Tapi ada juga beberapa orang menjadikan itu sebagai tren seiring zaman yang terus berkembang ini. Nah, akhirnya pemakaian kacamata untuk bergaya itu sudah biasa," ungkap dara hobi fotografi ini.
    Terakhir ada pendapat nih dari Syasmita Maudi. Menurut siswi kelas XII Akuntansi 1 SMKN 1 Makassar ini, penggunaan kacamata bisa menjadikan penampilan kita lebih kece.
    "Wajar-wajar aja sih menurutku. Apalagi dengan alasan style atau fashion. Yah mungkin bisa juga mengubah penampilan jadi lebih kece," tutur cewek yang hobi menulis ini.
    Ada banyak pendapat soal penggunaan kacamata nih. Kebanyakan memang menuturkan kalau kacamata bisa jadi salah satu aksesoris untuk membuat penampilan lebih keren. Nah, kalau KeKeR sih berpendapat gak ada salahnya buat bergaya dengan kacamata, tapi sesuaikan dengan suasana dan penampilan kita. Jangan sampai salah gaya, kan bisa malu-maluin. (*)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Selasa 13 Agustus 2013

Berburu Amal di Akhir Ramadan

Tetap Istikamah 

<<<Muhammad Abid Fauzan
Ketua Dewan Syuro FK2PI




TIDAK terasa, waktu begitu cepat berlalu, dan Ramadan yang penuh keberkahan dan keutamaan juga sudah berlalu. Nah, jelang berakhirnya Ramadan, semangat untuk beribadah biasanya udah kendor. Padahal di awal Ramadan, masjid penuh dengan orang yang memperbanyak amal ibadah seperti baca Alquran hingga menjaga salat jemaah.

Menurut Muhammad Abid Fauzan, selaku ketua dewan Syuro Forum Komunikasi Kajian Pelajar Islam (FK2PI) jelang berakhirnya Ramadan sebagian masyarakat muslim sudah mulai sibuk di mal dan dapur. "Sibuk di mal dan dapur membuat sebagian masyarakat muslim ketinggalan salat berjemaah dan jarang untuk membaca Alquran. padahal ada banyak keutamaan di akhir Ramadan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Abid pun menambahkan bahwa jelang berakhirnya Ramadan seharusnya kita tetap semangat untuk beribadah. Gak lupa juga, Abid memberikan kiat-kiat untuk bisa tetap Istikamah dalam menjalankan ibadah.

"Untuk bisa tetap Istikamah, seharusnya kita kembali bersemangat beribadah sama dengan ketika awal Ramadan. Seperti hadir di masjid untuk salat berjemaah dan mengaji. Tidak hanya itu bergaul dengan orang-orang yang rajin beribadah seperti pengurus masjid, rohis sekolah sehingga bisa ikut kegiatan Ramadan. Nah, yang paling penting adalah berdoa kepada Allah mohon diberikan hidayah dan kekuatan untuk istikamah beribadah kepada-Nya," tuturnya.(rza-mk3/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Selasa 6 Agustus 2013

Fotonya @rezakahlil

Fotonya @rezakahlil
Sayami Ini, Inimi Saya