Inilah sedikit catatan tentang saya, apa yang saya alami dan apa yang saya pikirkan.
Pages
Rabu, 27 Januari 2016
Open Recruitment HGC Makassar 2016
HaiLo Greeners !
Tidak terasa HiLo Green Community Makassar akan berusia 2 tahun beberapa saat lagi, sebagai komunitas lingkungan yang terus menginspirasi generasi muda untuk turut berperan serta dalam melestarikan lingkungan, dan mendukung program lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar yaitu GEMAR MTR atau Gerakan Masyarakat Makassarta' Tidak Rantasa. Kami mengajak kalian anak muda Makassar untuk bergabung bersama kami menjadi Green Booster Makassar, untuk lebih banyak menyebarkan virus hijau kepada Masyarakat Kota Makassar dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Syaratnya cukup mudah, Jika kamu :
- Anak muda memiliki passion dibidang lingkungan
- Kreatif dan bertanggung jawab
- Berkomitmen mengembangkan komunitas
- Berdomisili di Makassar dan sekitarnya
Silahkan isi Formulir pendaftaran disini
Jika sudah mengisi formulir pendaftaran, jangan lupa untuk mention @HiLoMKS di twitter dengan isi tweet #JoinHiLoMakassar2016 untuk konfirmasi pendaftaran kamu. Contoh : @HiLoMKS #JoinHiLoMakassar2016 dan kami akan menghubungi kalian untuk informasi selanjutnya. We Aaaaaaare, Greeeeeen Booosteeeeeeeerrrrrrrr!!!!
Rabu, 20 Januari 2016
He Made Us Surprised!!
![]() |
| Happy Birthday Om!! |
Happy happy basuday..
Lilin yang di atas kuenya..
Sekali tiup matikan semuanya..
Ayo dimulai pesta hanya untuk dirimu..
Happy happy basuday..
Rencana telah berhasil..
Ulang tahunmu sudah pasti diingat..
Kawan-kawan sebanyak ini semua bernyanyi untukmu..
Di pipimu ada
Namida SAPURAISUU..
![]() |
| Maaf Ya Kamarnya Kami Bikin Alay Hahahah |
Sepenggal lirik lagu Namida Surprise, dari JKT48 ini cocok saya persembahkan untuk dr. Egar Januar Prakasa yang berulang tahun hari ini. Teman, sahabat, kakak, dan suhu yang baru saya kenal setahun belakangan. Tapi merasa sudah kayak lama kenal. Tempat minta saran, soalnya dia lebih "TUA" dari segi umur walaupun kadang childish (hahaha Pisss), teman nge-Biawak (istilah saya, egar, dan grace yang artinya Nge-Balala, Nge-Greedy, atau Nge-Rakus) yang pernah saya ceritakan disini dsb.
Orang yang sangat terobsesi dengan segala hal tentang McD, mulai dari jadi pegawai McD, Makanannya, sampai berniat dan bercita-cita punya Resto McD (Aamiin). Bahkan katanya kalau punya resto McD saya bebas makan sepuasnya disana. Hahaha. Terus orang yang punya masalah cinta yang rumit. Eahahaha. Pokoknya salah satu teman dan sahabat terbaik yang saya kenal. (Lebayma sede, hahaah).
![]() |
| Tim Sukses yang "Gagal" |
Okelah,saya mau cerita sedikit soal kejutan Ultah yang kami kasih tadi pagi. Awalnya saya, kak Zacky, Dilu, Febyan, dan Yogi sudah berencana untuk emmbuat kejutan kecil-kecilan buat Egar. Akhirnya sehari sebelumnya kami pun ke toko Agung untuk membeli perlengkapan Ultah, such as, balon, lilin, kartu ucapan, dsb. Dan karena Egar suka McD, kue ultahnya kami ganti dengan menu kentang McD dan Burger yang tentunya kami beli pas hari H.
Tiba hari H, yakni pagi hari ini. Kami pun menghias kamar Egar (Seelumnya kami sudah merencanakan untuk medapatkan kunci kamar Egar, tanpa sepengetahuannya) dengan perlengkapan yang kami beli sebelum jam 12 siang. Karena rencananya kami bakal kasih surprise pas jam makan siag, karna dia bakal kembali ke kosan pas jam Makan siang.
![]() |
| Bareng Mr.Battala of The Year |
Tapi ternyataaaaaaa, eng ing eeeeng *Drum Roll* dia datang sebelum jam makan siang, dan saat itu kami sementara menghias kamarnya yang sudah hampir rampung. Jadi kami pun, terkejut dengan kedatangannya. Hahaha sial!! Istilahnya, kami yang mau kasih kejutan ke Egar malah Egar yang kasih kejutan ke kami. Hahaha.
But, overall semua berjalan lancar, Egar pun senang dan bahagia dengan apa yang kami lakukan (Eaaahahah). Terlepas dari itu semua, saya mndoakan semoga yang terbaiklah buat dia, Dream Board yang dia buat semoga semuanya tercentang, semoga tahun depan bisa Ulang Tahun lagi (Panjang Umur), sehat, dibukakan pintu rezeki dan utamanya Jodohnya. Aamiin!! Eh tak lupa, Resto McD semoga terwujud. Aamiin Ya Rabbal Alamiin. (reza)
Senin, 18 Januari 2016
Belajar Memilah Sampah Bareng Anak-Anak SBP
![]() |
| Siswa SBP, FKBS Team, dan Volunteer SBP |
Hari ini, saya kembali lagi ke Sekolah Bukit Pengetahuan, milik aisyah salah satu teman di FKBS. Saya bersama, Ms.Yuyun, aldy, Fera, dan Haerul ikut bersama-sama Aisyah untuk ikut berbagi dengan anak-anak kurang mampu di Sekolah Bukit Pengetahuan (SBP) Antang.
Ms.Yuyun teman kelas Basic Speaking periode November lalu dan Mr.Cipto selaku tutor kami, mengajarkan kepada anak-anak SBP untuk bisa memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Misalnya sampah organic, anorganic, logam, dan B3. Dan karena yang dihadapi anak-anak, Ms.Yuyun pun mengajarkan dengan metode yang lebih menyenangkan.Anak-anak pun nampak antusias mendapatkan materi apalagi ada hadiah yang menanti mereka.
![]() |
| Ms.Yuyun Menjelaskan Jenis-Jenis Sampah k Anak-Anak SBP |
Tetapi bukan hanya dari anak-anak saja tetapi ada beberapa mahasiswa dari Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) yang merupakan pengajar sukarela di SBP ikut bergabung dan belajar bersama. Memang mengajarkan cara memilah sampah perlu ditanamkan sejak dini, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa pun perlu diajar. Termasuk saya ahhahaa.
Nah ada salah satu kutipan yang saya dapatkan dari Mr.Cipto hari ini, "Kenapa banyak orang yang membuang sampah sembarangan? Karena sampah itu tidak berharga," yah ada benarnya juga, kalau sampah itu berharga, mungkin orang-orang akan mengumpulkan sampah, menyimpannya sesuai dengan jenisnya kemudian menjualnya atau memperlakukannya tidak sembarangan. kalau gak berharga, tentunya bakal dibuang tanpa harus berpikir.
![]() |
| Berbagi Salah Satu Cara Untuk Bahagia |
Ada banyak sebenarnya yang dilakukan tadi, tetapi ketika kelas dimulai saya dan haerul ke masjid untuk shalat Ashar dan terjebak hujan disana. Jadi tidak sepenuhnya menyimak apa yang dilakukan teman-teman di SBP tadi. Tapi saya pikir kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk mencari kebahagiaan. Kenapa? Karena bahagia itu tidak hanya dan tidak selamanya diukur dari materi saja. Tetapi berbagi dan membuat orang bahagia dengan apa yang kita lakukan adalah salah satu jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Thank you Vegas. Hahaha. (reza)
We Are Not friend, But We Are Family!!
![]() |
| We Are Great Study And Struggle Never Die!! |
We Are Great Study and Strugle Never Die!!! Slogan dan ucapan semangat yang selalu kami teriakkan saat memulai kelas di Forum Kampung Bahasa Sulawesi (FKBS). Kata Mr.Cipto untuk membuat kita selalu semangat dan bergairah untuk belajar harus dimulai dengan meneriakkan yel-yel semangat. Itulah kenapa tentara selalu mneriakkan yel-yel, yah tujuannya untuk membuat mereka semangat.
Ngomongin soal FKBS, Alhamdulillah saya sudah dua bulan lebih berada dilingkungan tersebut. Lingkungan yang mengajak kita untuk bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, dan selama dua bulan ini. Memang terasa sekali perubahannya, kosakata ikut meningkat dan gak perlu malu lagi ngomong bahasa Inggris. Tapi saya gak mau cerita soal itu, saya mau cerita soal keluarga baru di FKBS.
![]() |
| FKBS' Boys |
Teman kursus di FKBS saat Free Talk in Basic Speaking class prnah berkata "Kalian bukanlah temanku, tapi kalian adalah keluargaku," wah sungguh kalimat yang sangat luar biasa menurutku. Karena saya pun bisa merasakan kekeluargaan di FKBS, kita baru kenal tapi sudah merasa layaknya keluaraga atau teman yang sudah lama saling kenal. Bukan hanya teman di kelas, tetapi juga siswa di kelas lain. Contohnya, saat Minggu, 17 Januari kemarin saya dan teman-teman Intermediate Speaking Class mengadakan Final test digabung dengan kelas Basic Speaking.
Bertempat di Pulau Camba-Cambang, Pangkep. Sebagian diantara kami masih ada yang baru ketemu dan kenal hari itu juga, tetapi kita merasa sudah sangat dekat dan akrab. Bahkan kita bisa bercanda bersama, saling berbagi dan seru-seruan bersama. Kalau saya pikir ini memang merupakan salah satu untungnya bisa brgabung di FKBS (Bukan Iklan nah hahaha), bukan hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga bisa mendapatkan teman, sahabat, atau keluarga baru.
![]() |
| Intermediate Class Team |
Dan peran Mr.Cipto sebagai tutor sangat besar disini. Mr.Cipto mampu mempertemukan kami dan membuat kami bisa menjadi lebih akrab, (Deh banyaknyami amalnya Mr.Cipto kayaknya. Hahah). Tapi memang, apalagi Mr. Cipto banyak memberikan pelajaran bagi kami. Bukan hanya bagaimana berbicara bahasa inggris, tetapi dia juga mengajarkan kami untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan persahabatan.
Intinya, saya bahagia bisa berada dan bertemu dengan keluarga baru di FKBS. Dan saya bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga ini, karena anugerah terindah yang saya dapatkan disana adalah "Persahabatan".(reza)
Kamis, 14 Januari 2016
Kantong Plastik Berbayar? WAJIB!!
![]() |
| Reusablebag Yang Selalu Saya Bawa Kemana-mana |
Plastik berbayar? Wah solusi yang tepat nih untuk mengurangi sampah plastik. Asal tahu aja, Indonesia merupakan negara kedua sebagai penyumbang sampah plastik trbanyak setelah China. Atau bisa saya katakan Indonesia yah sarangnya sampah plastik.
Penyebabnya, tentang pola pikir masyarakat yang ingin menggampangkan sesuatu seperti yang dikatakan oleh kak Ranitya Nurlita, ketua HiLo Green Community Nasional dan sekaligus penggagas program ASEAN Reusable Bag Campaign (ARBC). "Di Indonesia kan masyarakat lebih milih pakai yang murah dan gampang dipakainya, kayak kantong plastik. Susah mengeluarkan uang untuk membeli Reusable bag dengan memiliki kegunaan yang jangka panjang." ujar kak Lita.
Nah, ngomong-ngomong soal orang Indonesia yang kayaknya gak bisa lepas dari kantong plastik. Tadi sore saya berbelanja di Bintang Mode Jalan Sunu Makassar. Berhubung karena saya hanya membeli sekotak Cotton Bud dan "Colokan Tiga" saya pun berniat untuk tidak menggunakan kantong plastik. Selain Mubazzir kantong, yah tentunya menambah sampah plastik.
Apalagi saat itu saya membawa Reusablebag yang memang selalu saya bawa dan saya gantung sebagai gantungan kunci motor. Niatnya mau pake itu, tetapi pas saya bilang ke kasirnya kalau saya tidak mau pakai kantong plastik, jeng jeng jeeeeeeengggg *drum roll* mbak kasirnya bilang, "Waduh ndak bisa mas, dsini HARUS pakai kantong plastik," What??? Tempat belanja sebesar ini malah mewajibkan untuk pakai kantong plastik?
Sedangkan Indomaret atau Alfamart saja kadang menawarkan kepada pembeli mau pakai kantong plastik atau tidak, ada apa ini? Pengen tanya lbih lanjut sih, soalnya kesel juga dengan pernyataan Kasirnya seperti itu. Tapi berhubung antriannya panjang dan memang saya tidak mau membuat sedikit kegaduhan disitu. Dengan rasa sedikit 'berdosa' akhirnya saya menyumbang dua buah sampah plastik. Hiks!!! Padahal sebagai pemilik toko harusnya mereka memiliki peran penting untuk mengedukasi masyarakat.
Jadi saya pikir memang penerapan plastik berbayar itu KUDU,WAJIB, dan HARUS di berlakukan agar masyarakat berpikir dua kali untuk membeli produk dengang menggunakan kantong plastik. Dan pengguna Reusablebag semakin banyak, apalagi reusablebag kan bisa menghemat hingga ratusan bahkan ribuan kantong plastik.
Tidak sabarlah pokoknya untuk menunggu tanggal 21 Februari nanti. Dimana kebijakan plastik berbayar ini diluncurkan bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional yang akan dilaksanakan di 17 kota di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Ambon dan Papua. Semoga hal ini bukan wacana aja, dan bakal terealisasi sebaik-baiknya. Goodbye Kantong Kresek, Welcome Reusablebag. (reza)
BAZAR!! (Repost)
| Saat Morcaf (Morning Cafe) Pakarena III UST UNHAS di Pantai Losari |
Bazar memang menjadi salah satu alternatif pencarian dana yang paling sering dilakukan mahasiswa. Mulai dari pencarian dana untuk kegiatan himpunan, maupun sekedar mencari uang tambahan buat beli smartphone *ongol*. Teringat ketika saya masih duduk dibangku sekolah dan masih tinggal di kampung saya di daerah. Mendengar kata bazar, hati rasanya sudah sangat senang sekali. Berasa ada restoran bintang berapa gitu yang mampir dikampung buat cari pelanggan.
Bahkan jauh-jauh hari saya sudah siapkan duit buat datang keacara itu, walaupun makanan yang mahal dan sedikit jumlahnya. Tapi orang dikampung saya senang sekali jika ada yang mau menyelenggarakan bazar, bahkan tmpatnya pun mendadak ramai. Ibu maupun Bapak saya dulu juga rela menyisihkan sebagian uangnya buat dikasih ke kami anak2nya untuk bisa datang ke bazar itu.
Saya masih ingat ketika itu datang ke acara bazar salah satu organisasi pemuda dikampung. Saya bersama dua adik dan beberapa teman main, ramai2 buat berkunjung di Bazar itu. Masih jelas diingatan saya, ketika itu saya memesan satu porsi mie kering. Dan harganya sekitar 8 ribu rupiah yang jaman itu bisa terbilang mahal, tapi dengan bangganya saya mau untuk membelinya. Satu lagi, roti sandwich yang menurut saya gak pantas buat disebut sandwich karena isinya cuma roti tawar yang diberi susu dan gula pasir saja. Dan harganya 4 ribu rupiah. Dan lagi2 saya rela untuk membayarnya.
Nah, sekarang?? Setelah tinggal dan berkuliah dikota, jika melihat sekelompok orang yang menyelenggarakan bazar tiba-tiba saya tersadar, menertawakan kebodohan masa kecil. Kenapa dengan bangga dan relanya mengeluarkan uang begitu banyak untuk membeli makanan yang harganya hampir 50% lebih mahal dari harga asalnya. Karena mungkin saya sudah tersadar jika bazar bisa adalah neraka yang melahap habis uang yang mahasiswa asal daerah yang tinggal ngekost dianggap sebagai barang yang harus dijaga dengan baik agar bisa selamat dan mencukupi selama kurang lebih sebulan.
Bodoh, tapi yah namanya juga orang kampung. Tapi sekarang jika melihat dikantin kampus sedang ramai2nya sekelompok mahasiswa yang mengadakan bazar kadang sayapun cari-cari alasan untuk tidak TERJEBAK ikut andil jadi pelanggan bazar itu. Kalaupun tertangkap ya udah pilih makanan paling murah. Hahahahah.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan diatas merupakan tulisan yang saya buat beberapa tahun lalu. Ketawa-ketawa sendiri baca tulisan ini. Pikiran mahasiswa semester awal. Kalau boleh komen tentang tulisan ini ke diri saya waktu itu, "We reza tolo, Bazar itu ndak selamanya di cap sebagai hal yang negatif. Adaji juga bazar yang dibuat untuk acara charity. Jadi jangan spenuhnya salahkan Bazar, malah bazar juga bisa jadi ajang kumpul-kumpul toh, yah sebagai pengikat tali silaturahmi. Lagian cuma beda seribu atau duaribuji biasa, yah setidaknya anggap dirimu menyumbang untuk kepentingan orang banyak," hahahhaha. (reza)
Minggu, 26 April 2015
Hangout Tanpa Rencana
Sesuatu yang tidak direncana itu kadang bisa menjadi luar biasa. Awalnya cuma mau makan fast food di McD, malah menjadi petualangan yang menyenangkan Sabtu, 25 April kemarin. Nah, niat mau makan di McD hari itu saya ajaklah Grace sang penikmat fast food nomor satu di Makassar.
Kita pun akhirnya ketemu di McD Pettarani sambil ngobrol. Dalam obrolan saya gak sengaja mengutarakan niat dan keinginan buat bisa ke pantai lihat sunset. Dan berhubung dia juga penikmat sunset, kami pun sepakat buat liat sunset hari itu.
Waktu yang masih menunjukkan pukul 14.00 sepertinya dirasa terlalu cepat untuk ke pantai. Tiba-tiba saya teringat sama Egar, cowok Jomblo yang lagi hectic dengan kerjaannya. Kebetulan sebelumnya dia minta bantuan buat dibantu cari berkas di kantornya. Mungkin sambil mengisi waktu luang saya dan grace bisa menambah amal dengan membantu Egar.
Nah, kami berdua pun sepakat buat ke Labuang Baji, tempat Egar kerja. Sampai disana kami pun berhasil membantu menyelesaikan kerjaannya Egar. Tak lupa saya mengajak Egar buat ikutan jalan-jalan melihat sunset dan kami sepakat buat ke daerah Trans Studio untuk menikmati Sunset hari itu.
Nah, entah pikiran dan ide darimana. Hari itu kami juga sepakat untuk tidak menggunakan motor dan menyimpannya di Labuang Baji. Kami berencana memakai fasilitas BRT untuk ke TSM. Tapi halte BRT berada di Mall Ratu Indah (MARI) yang jaraknya lumayan jauh dari Labuang Baji. Tapi entah darimana bisikan gaib itu datang. Kami memutuskan untuk jalan kaki menuju MARI.
Sampai di MARI dengan tampang habis dikejar Anjing Gila karena perjalanannya yang cukup menguras tenaga. Bus yang ditunggu tidak juga datang yang datang malah hujan deras yang tentunya menggagalkan rencana untuk melihat sunset. Dengan kecewa kami ke McD untuk membuat rencana lain.
Pilihan jatuh ke Sushi Tei, berhubung Egar sebelumnya juga sudah ngidam makan Sushi bahkan beberapa hari sebelum rencana dadakan ini dilaksanakan. Akhirnya dengan kami pun menuju Sushi Tei jalan Pattimura. Sesampai disana ternyata ada event Makassar Cullinary Night Festival 2015 di Seberang Jalan, event yang menyediakan banyak tenant makanan dengan berbagai macam makanan yang unik.
Tapi karena godaan Sushi lebih kuat. Kami pun melaksanakan niat awal untuk melahap sushi hari itu yang membuat kami melewatkan sunset di Sushi Tei dengan langit medung. Selesai pukul 19.00 waktu yang masih sangat pagi untuk pulang. Mengingat diseberang jalan ada Makassar Cullinary Night. Akhirnya dengan iseng kami kesana. Ternyata disana memang banyak menyediakan makanan yang enak-enak bahkan sushi pun ada disana.
Satu menu yang membuat saya tergoda adalah Sosis Bakar, niat untuk membeli tapi melihat antrian yang sangat panjang akhirnya saya mengurungkan niat untuk membeli apalagi hujan malam itu juga menambah malas untuk berdiri di acara outdoor itu.
Masih kurang untuk mengisi weekend dan malam minggu, kami sepakat untuk ngeMall dan Karaokean di MARI.Sampai disana kami pun menyewa medium room selama sejam ditemani sebotol Aqua demi menghemat kantong. Dengan suara pas-pasan kami mengubah ruangan karaoke menjadi ruangan untuk mengeluarkan uneg-uneg dan beban dengan teriak sampai suara habis. Beda dengan orang lain yang menjadikan karaoke room menjadi tempat ajang pamer suara. Hahah.
Nah, suara habis. Kami bertiga kemudian keliling MARI buat mencoba jam tangan mahal yang ujung-ujungnya gak dibeli. Puas melihat-lihat jam tangan dan waktu yang sudah menunjukkan pukul 22.00 kami memutuskan untuk pulang dengan kenekatan kami lagi, "Jalan Kaki". Walaupun capek dan hujan kami pun jalan kaki pulang ke Labuang Baji untuk mengambil kendaraan. Tidak langsung pulang kami pun ngobrol sambil menunggu hujan reda.
Pelajaran yang saya dapat di hari itu, waktu kosong dan teman yang nekat bisa membuat harimu lebih berwarna dan membuat weekendmu bisa beda dari biasanya. Memang benar juga, dibandingkan dengan berkoar-koar di grup chat mmbuat rencana sematang mungkin yang akhirnya tidak jadi. Beda halnya dengan rencana dadakan yang awalnya cuma mau nongki malah berujung petualangan yang menyenangkan, mengenyangkan, dan memuaskan.(reza)
![]() |
| Grufie menunggu Sushi (1) |
![]() |
| Grufie Menunggu Sushi (2) |
![]() |
| Groufie Menunggu Sushi (3) |
Kita pun akhirnya ketemu di McD Pettarani sambil ngobrol. Dalam obrolan saya gak sengaja mengutarakan niat dan keinginan buat bisa ke pantai lihat sunset. Dan berhubung dia juga penikmat sunset, kami pun sepakat buat liat sunset hari itu.
Waktu yang masih menunjukkan pukul 14.00 sepertinya dirasa terlalu cepat untuk ke pantai. Tiba-tiba saya teringat sama Egar, cowok Jomblo yang lagi hectic dengan kerjaannya. Kebetulan sebelumnya dia minta bantuan buat dibantu cari berkas di kantornya. Mungkin sambil mengisi waktu luang saya dan grace bisa menambah amal dengan membantu Egar.
![]() |
| Korban Kerakusan Tiga Manusia Balala (1) |
![]() |
| Korban Kerakusan Manusia Balala (2) |
![]() |
| Korban Kerakusan Manusia Balala (3) |
Nah, kami berdua pun sepakat buat ke Labuang Baji, tempat Egar kerja. Sampai disana kami pun berhasil membantu menyelesaikan kerjaannya Egar. Tak lupa saya mengajak Egar buat ikutan jalan-jalan melihat sunset dan kami sepakat buat ke daerah Trans Studio untuk menikmati Sunset hari itu.
Nah, entah pikiran dan ide darimana. Hari itu kami juga sepakat untuk tidak menggunakan motor dan menyimpannya di Labuang Baji. Kami berencana memakai fasilitas BRT untuk ke TSM. Tapi halte BRT berada di Mall Ratu Indah (MARI) yang jaraknya lumayan jauh dari Labuang Baji. Tapi entah darimana bisikan gaib itu datang. Kami memutuskan untuk jalan kaki menuju MARI.
![]() |
| Hujan, Berteduh di Golden Suki Hasanuddin |
Sampai di MARI dengan tampang habis dikejar Anjing Gila karena perjalanannya yang cukup menguras tenaga. Bus yang ditunggu tidak juga datang yang datang malah hujan deras yang tentunya menggagalkan rencana untuk melihat sunset. Dengan kecewa kami ke McD untuk membuat rencana lain.
Pilihan jatuh ke Sushi Tei, berhubung Egar sebelumnya juga sudah ngidam makan Sushi bahkan beberapa hari sebelum rencana dadakan ini dilaksanakan. Akhirnya dengan kami pun menuju Sushi Tei jalan Pattimura. Sesampai disana ternyata ada event Makassar Cullinary Night Festival 2015 di Seberang Jalan, event yang menyediakan banyak tenant makanan dengan berbagai macam makanan yang unik.
![]() |
| Makassar Cullinary Night 2015 (1) |
![]() |
| Makassar Cullinary Night 2015 (2) |
![]() |
| Makassar Cullinary Night 2015 (3) |
![]() |
| Makassar Cullinary Night 2015 (4) |
![]() |
| Makassar Cullinary Night 2015 (5) |
Tapi karena godaan Sushi lebih kuat. Kami pun melaksanakan niat awal untuk melahap sushi hari itu yang membuat kami melewatkan sunset di Sushi Tei dengan langit medung. Selesai pukul 19.00 waktu yang masih sangat pagi untuk pulang. Mengingat diseberang jalan ada Makassar Cullinary Night. Akhirnya dengan iseng kami kesana. Ternyata disana memang banyak menyediakan makanan yang enak-enak bahkan sushi pun ada disana.
Satu menu yang membuat saya tergoda adalah Sosis Bakar, niat untuk membeli tapi melihat antrian yang sangat panjang akhirnya saya mengurungkan niat untuk membeli apalagi hujan malam itu juga menambah malas untuk berdiri di acara outdoor itu.
Masih kurang untuk mengisi weekend dan malam minggu, kami sepakat untuk ngeMall dan Karaokean di MARI.Sampai disana kami pun menyewa medium room selama sejam ditemani sebotol Aqua demi menghemat kantong. Dengan suara pas-pasan kami mengubah ruangan karaoke menjadi ruangan untuk mengeluarkan uneg-uneg dan beban dengan teriak sampai suara habis. Beda dengan orang lain yang menjadikan karaoke room menjadi tempat ajang pamer suara. Hahah.
![]() |
| Pulang Jalan Kaki Biar Sehat (1) |
![]() |
| Pulang Jalan Kaki Biar Sehat (2) |
Nah, suara habis. Kami bertiga kemudian keliling MARI buat mencoba jam tangan mahal yang ujung-ujungnya gak dibeli. Puas melihat-lihat jam tangan dan waktu yang sudah menunjukkan pukul 22.00 kami memutuskan untuk pulang dengan kenekatan kami lagi, "Jalan Kaki". Walaupun capek dan hujan kami pun jalan kaki pulang ke Labuang Baji untuk mengambil kendaraan. Tidak langsung pulang kami pun ngobrol sambil menunggu hujan reda.
Pelajaran yang saya dapat di hari itu, waktu kosong dan teman yang nekat bisa membuat harimu lebih berwarna dan membuat weekendmu bisa beda dari biasanya. Memang benar juga, dibandingkan dengan berkoar-koar di grup chat mmbuat rencana sematang mungkin yang akhirnya tidak jadi. Beda halnya dengan rencana dadakan yang awalnya cuma mau nongki malah berujung petualangan yang menyenangkan, mengenyangkan, dan memuaskan.(reza)
Langganan:
Postingan (Atom)


























