Pages

Kamis, 05 September 2013

Joget dan Tarian Populer di Dunia



SEKARANG kan lagi booming tuh Goyang Caisar, goyangan khas dan asli Indonesia ini udah banyak ditiru dan dibuat covernya loh. Nah, sebelum Goyang Caisar, ada beberapa dance atau goyangan yang sangat populer di dunia. Mau tahu apa aja? Check this out guys!

1. Asereje

Selain lagu Asereje yang sangat populer pada waktu itu, yang menarik adalah goyangannya yang sangat fenomenal. Gerakan tangan yang unik dan goyangan badan yang energik membuat asereje ini sangat familiar untuk dicontoh.

2. Moonwalk
Michael Jakcson memang legenda penyanyi pop yang sangat terkenal di dunia. Salah satu tarian yang diciptakan oleh Michael Jakson yang sangat terkenal yaitu Moonwalk. Moonwak merupakan semacam teknik dansa yang memberikan ilusi bahwa sang pedansa terlihat sedang ditarik ketika berusaha berjalan.

3. Waka-waka
Tarian waka waka ini populer saat piala dunia 2010 di Afrika. Yups memang benar, lagu dengan judul waka waka yang dinyanyikan Shakira ini merupakan lagu resmi piala dunia 2010 di Afrika.

4. Suffle Dance

Suffle Dance ini gerakannya berpusat pada gerakan kaki yang menghentak ke lantai sesuai dengan irama lagu (musik) dan juga diiringi sedikit gerakan menendang, putaran atau trik trik lainnya.

5. Gangnam Style
Tarian ini juga sangat populer di Youtube, tarian ini diciptakan oleh seorang Rapper dari Korea yaitu PSY. Gerakan goyangan ini dilakukan menyerupai gerakan orang yang sedang menunggang kuda.

6. Harlem Shake

Nah joget yang satu ini saat ini sangat populer di youtube, berbagai versi video diunggah ke youtube dengan gaya style masing masing saat berjoget harlem shake. (bs-rza-mk6/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Rabu 3 September 2013

Jangan Parno dengan Deja Vu

REPORTER: REZA KAHLIL - UTIYA DIENI
EDITOR: ARSYAD HAKIM





Pernah mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba merasa familiar dengan rumah tersebut? Atau pernah berada dalam suatu peristiwa ketika kita merasa sudah mengalaminya meskipun gak dapat diingat kapan terjadinya? Nah itulah deja vu.

Nah, sebelum kita simak pendapat Sobat KeKeR tentang deja vu, kita cari tahu dulu deh apa sih artinya deja vu itu? Nah, menurut Mbah Wikipedia deja vu adalah kata dalam bahasa Prancis yang artinya secara harafiah adalah "pernah melihat" atau "pernah merasa". Maksudnya yaitu mengalami suatu pengalaman yang dirasakan atau pernah dialami sebelumnya. Udah paham? Sekarang yuk, kita lihat beberapa tanggapan berikut ini.

Jenny lisangan, siswi SMAN Katolik Rajawali ini mengaku sering mengalami hal tersebut entah itu kejadian ataupun di tempat tertentu. "Sering banget tuh, rasanya yah lucu aja sih karena kita mengetahui hal-hal yang sebenarnya kita gak tahu sama sekali tapi malah jelas banget kejadiannya," cuap dara kelahiran Makassar, 16 Januari 1996 ini.

Senada dengan Jenny Lisangan, Ulfiah Cita Ramadhani juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, tidak jarang dirinya  merasakan deja vu dan itu wajar saja karena setiap orang juga ngerasain hal tersebut. "Yah saya sih sering banget kayak gitu, tapi wajar aja bukan cuman saya, temen yang lain juga banyak kalau lagi ngalamin deja vu langsung heboh deh,” tutur siswi SMAN 17 Makassar ini.

Andi Irham Andry Saputra, cowok berzodiak taurus ini mengungkapkan kalau jarang ngalamin deja vu, hanya pada saat-saat tertentu saja hal itu dirasakannya. "Jarang sih alaminya, malah hampir gak pernah sekali dua kali doang. Rasanya sih biasa aja mungkin emang seperti itu aja, bingung juga cara jelasinnya," ungkap siswa kelas X SMAN 15 ini.

Berbeda lagi dengan Latifah Nabila, anak kedua dari tujuh bersaudara ini mengaku selalu merasakan kejadian yang dahulu pernah terjadi ataupun ditempat tertentu, biasanya bikin parno diri sendiri.

Pendapat terakhir datang dari Dewi Purnama Sari, gadis yang bercita-cita menjadi seorang pramugari ini mengaku pernah mengalami deja vu,. Menurutnya, semua orang pasti mengalami hal tersebut.

Nah SoKeRs, ternyata deja vu juga dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu deja vu. Tapi, gak usah khawatir, itu semua lumrah kok, jadi jangan ada yang parno yah. Hehehe.(*)


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Senin 2 September 2013

Makin Akrab Lewat Games TOD

REPORTER : REZA KAHLIL
EDITOR : ARSYAD HAKIM




KETEMU teman baru gak selamanya bakal ngelupain teman lama, seperti itulah yang harusnya dipegang setiap kelompok persahabatan. Nah, Sansaeds pun demikian loh. Walaupun anggotanya sudah berpisah-pisah sekolah mereka tetap menjaga komunikasi. Nah, yuk kita kenalan dengan mereka.

Nama Sansaeds sendiri merupakan akronim dari kedelapan cewek ini. Kedelapan dara manis itu adalah; Syafira, Afni, Nisa, Sandra, Alya, Eny, Dyah dan Sakinah. Pertemuan mereka pun berawal saat duduk dibangku sekolah menengah pertama.

"Awalnya kita tuh gak saling kenal, soalnya kita berasal dari kelas berbeda. Karena jaringan pertemanan yang luas akhirnya kita bertemu deh, dan pada 27 Desember 2012 kita pun membentuk kelompok persahabatan ini," ungkap Annisa.

Ngomongin soal cerita persahabatan, bohong banget kalau gak pernah ada pertengkaran. Sama halnya dengan Sansaeds nih, dulu mereka pernah hampir bubar loh. Namun adanya rasa jujur dan pengertian, merekapun kembali akur dan malah semakin akrab.

"Wah kita dulu pernah hampir bubar karena kesalahpahaman. Soalnya kitakan ada delapan orang dengan karakter berbeda. Yah agak sulit sih buat gabungin karakter tersebut, meski begitu kita bisa melewati semuanya tentunya dengan prinsip kalau ada yang jadi api harus ada yang jadi air," tambah Nisa yang merupakan siswi SMAN 5 Makassar.

Nah, Sansaeds juga punya cerita gokil loh. Mereka punya games yang membuat mereka kompak dan bisa lebih kenal satu sama lain. Nah mereka menamakannya Truth or Dare (TOD) yakni permainan jujur atau berani. Berkat games ini mereka pernah bikin heboh di sekolah dengan dance ala harlem shake.

"Kita sering main games TOD kalau lagi ngumpul-ngumpul. Nah, lewat games inilah kita bisa tahu isi hati dari masing-masing anak Sansaeds. Kita juga kadang buat kehebohan loh dengan games ini, walau sering bikin rusuh tapi games inilah yang membuat kita makin akrab," ujar Syafira ke KeKeR.(*)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Sabtu 31 Agustus 2013

Rabu, 04 September 2013

Libels Meriah di Penutupan Roadshow



REPORTER : REZA KAHLIL
EDITOR : ARSYAD HAKIM



Roadshow KeKeR kuis Paling Cerdas memasuki hari terakhir, kemarin. SMAN 15 Makassar (Libels) menjadi sekolah penutup Roadshow. Bertempat di halaman sekolah, Kamis, 29 Agustus, Libels menutup Roadshow dengan penuh kemeriahan. Apa saja yang disajikan sekolah yang berlokasi di Jalan Ir Sutami ini?


Kehadiran KeKeR di Libels memang saat yang ditunggu-tunggu siswa-siswi. Buktinya mereka menyambut tim KeKeR bersama sponsor dengan sambutan yang luar biasa. "Selamat  datang, selamat datang, selamat datang KeKeR kami ucapkan," yel -yel dari The Maczman Libels menggema menyambut KeKeR.


Tujuh ekskul tampil memberikan penampilan yang sangat luar biasa dan mampu mengundang tepukan meriah. Ekskul musik, Paskibra, Pramuka, Libels English Community (LEC), Dance, Shuffle, dan tak ketinggalan The Maczman Sektor SMAN 15 Makassar. Mereka tak mau mengecewakan kehadiran tim KeKeR yang sudah berkunjung ke sekolah ini.


Drs Aminuddin Mustafa SH, MM selaku kepala sekolah sangat mendukung kegiatan yang diadakan KeKeR ini. "Terima kasih atas kepercayaan KeKeR menyelenggarakan acara di sini. Dan tak lupa kita infokan ke KeKeR sebagai rubrik halaman kreativitas remaja bahwa suata kebanggaan siswa kami meraih medali emas lomba tradisi tingkat nasional dan juga siswa kami terpilih mendampingi pertemuan kepala negara se-Asia nantinya," ungkapnya diiringi tepukan meriah dari siswa Libels.

Redaktur KeKeR, Arsyad Hakim juga mengungkapkan jika KeKeR tidak salah memilih Libels menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi. "Tim KeKeR tidak salah alamat memilih Libels berdasarkan prestasi yang telah diraih. Meskipun berada di pinggiran kota tapi Libels patut diperhitungkan dan merupakan sekolah favorit," ungkapnya di sela-sela sambutan.


Kuis Paling Cerdas yang diselenggarakan di Libels juga tampak kompetitif, 100 siswa yang ikut kuis dengan semangat menjawab soal yang diberikan. Bahkan sampai beberapa pertanyaan, peserta yang gugur masih tinggal seberapa saja.

Nah, menurut Muhammad Farid salah satu siswa Libels, Roadshow KeKeR ini bisa menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarsiswa Libels. "Sangat meriah, jarang-jarang kan kumpul bareng teman-teman seperti ini. Kuis yang diadakan juga memiliki tantangan tersendiri, awalnya pertanyaannya gampang tapi kebelakang pertanyaannya susah tapi Alhamdulillah bisa lolos jadi finalis," ujar siswa kelas X IPA 2 ini.


Hari terakhir Roadshow di Libels emang tak kalah meriah dengan sekolah lainnya mereka menyajikan aksi penutupan dengan kemeriahan. Nah, buat Sobat KeKeR lainnya, jangan lupa yah buat ikutan di puncak acara Pesta Satu Dekade KeKeR, Sabtu, 7 September mendatang yang akan diisi dengan Final Kuis Paling Cerdas dan juga hiburan dari HiVi! So, see you guys!!(*)


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Jumat 30 Agustus 2013

Tiga Siswa Ikut Pirnas di Boyolali



SMUNEL emang gudangnya siswa berprestasi loh. Seperti tiga orang siswa Smunel, yakni Dewi Ayu Dewang, Dian Esti Pertiwi, dan Ika Dwi Yulita. Mereka bertiga berkesempatan menikmati Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (Pirnas) di Boyolali, Jawa Tengah Juli lalu.

Selama 10 hari mereka mendapatkan pelatihan penelitian dan menulis laporan langsung dari Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI). Mereka pun dibimbing hingga bisa menyelesaikan laporan penelitiannya.
"Ini merupakan ajang tahunan LIPI, sebelumnya peserta mendaftar dan kemudian diseleksi oleh LIPI untuk bisa ikut Pirnas. Di sana kita dinilai dan ikut lomba seperti membuat proyek dan presentasi. Alhamdulillah tim saya bisa mendapatkan juara di sana untuk cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi," ungkap Dewi Ayu Dewang, siswi kelas XII IPA 2 ini.

Dian Esti juga menambahkan lewat kegiatan ini mereka bisa mengenal banyak siswa dari provinsi lain. "Sukurlah kita bisa mendapatkan banyak pengalaman seru di sana, kita bisa saling tukar budaya antara daerah yang satu dengan daerah lainnya di hampir seluruh wilayah Indonesia," ujarnya usai Roadshow Kuis Paling Cerdas Smunel kemarin.

Nah, pembimbing karya tulis Smunel,  Dra Yanne T, M.Pd mengharapkan melalui kegiatan yang diikuti siswa ini, wawasan mereka bisa lebih luas. "Kegiatan ini mengajarkan mereka untuk tidak ragu dalam menulis karya tulis ilmiah dan mengikiuti lombanya, Semoga mereka bisa lebih percaya diri untuk ikut lomba dan mengharumkan nama sekolah," ungkapnya. (rza/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Kamis 29 Agustus 2013

Ekskul Smunel Tampil Total

REPORTER : REZA KAHLIL
EDITOR : ARSYAD HAKIM





TAK terasa Roadshow Kuis Paling Cerdas dalam rangka satu dekade KeKeR memasuki hari kedelapan. Setelah sebelumnya beberapa sekolah unggulan di Makassar telah dikunjungi kru KeKeR, kali ini giliran SMAN 5 Makassar (Smunel). Nah, gimana serunya Roadshow di sana? Yuk kita simak!

Sama halnya dengan sekolah lain, Smunel tak mau kalah untuk memberikan penampilan terbaiknya. Tiga ekskul populer di Smunel menampilkan kehebatannya masing-masing. Seperti ekskul PMR yang membuat tandu dengan mata tertutup.

Tak hanya itu saja loh, Paskibra Smunel juga tampil pede beraksi dengan paduan gaya khas Paskibra dengan aksi konyol yang mengundang tawa hingga tim Futsal Smunel dengan mempertunjukkan kehebatannya dalam menggiring bola. Semuanya tampak total melakukan aksi hebatnya ini.

Drs Rahmat M.Si Kepala SMAN 5 Makassar, sangat mengapresiasi kehadiran Roadshow KeKeR ini. "KeKeR itu bisa memotivasi pelajar untuk melakukan kegiatan bermanfaat. Saya harapkan siswa bisa memperlihatkan kegiatan sekolah dan memotivasi kita untuk bisa mandiri," ungkapnya saat memberi sambutan.

Redaktur KeKeR yang juga hadir saat Roadshow menungkapkan bahwa Smunel bukan sekolah yang baru bagi KeKeR. "Smunel termasuk mitra kita untuk mengisi halaman KeKeR, atas dasar itu Smunel dipilih untuk menjadi salah satu sekolah pilihan penyelenggaraan Roadshow," ujar Arsyad Hakim dihadapan ratusan siswa Smunel.

Nah, penampilan ekskul di lapangan sekolah usai. Kini tiba giliran aula sekolah yang dipadati siswa untuk ikut dalam Kuis Paling Cerdas. Tak hanya siswa yang ikut antusias dalam mengikuti Roadshow tampak beberapa guru Smunel juga ikut kemeriahan kuis.

Nah, sama halnya dengan sekolah lain. Persaingan ketat juga terlihat di kuis edisi Smunel. Beberapa pertanyaan menjebak kadang membuat siswa terkecoh dan menyebabkan mereka harus keluar dari arena lomba. Masih ada sepuluh siswa yang bertahan dan membuat mereka melaju ke Final untuk melawan 90 peserta dari sekolah lainnya.

Saskia Diana Muslim, salah satu siswa yang ikut dalam kuis Paling Cerdas mengakui jika ada beberapa pertanyaan yang gampang ada pula yang susah tapi beberapa juga pertanyaan yang menjebak. "Soal pertama menjebak, soalnya kebanyakan yang tahu provinsi di Indonesia ada 33 tapi ternyata 34 jadi banyak yang gugur deh. Walaupun begitu acaranya seru dan menambah wawasan kita, terima kasih KeKeR," cuap siswi kelas XI IPS Unggulan ini.(*)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR, Kamis 29 Agustus 2013

Minggu, 01 September 2013

Catatan Satu September 2013



MEMASUKI usia 22 tahun? Yaps, hari ini 1 September 2013, usia saya genap 22 tahun. Usia yang boleh dikatakan sudah dewasa. Tapi saya belum merasa jadi orang dewasa. Banyak hal dan sifat yang membuat saya belum dikategorikan sebagai orang dewasa.

Muncul sebuah pertanyaan juga sih. Kategori dewasa itu seperti apa? Ada yang mengatakan Dewasa itu gak dilihat dari umur tapi pemikiran dan tingkah lakunya. Nah, saya? Ntah lah orang-orang yang menilai.

Nah, kembali ke hari ulang tahun. Masih bertanya-tanya juga, kan banyak ucapan seperti ini. "Happy Birthday yah! Semoga sukses, Traktiiiiirrr." Nah, kata traktir itu yang jadi pertanyaan, kenapa ulang tahun identik dengan traktiran? Okelah kalau memang sebagai ungkapan rasa syukur gitu. Tapi kan terserah yang ulang tahun mau traktir apa gak.

Bukan malah yang ngasih ucapan, maksa-maksa buat di traktir. Siapa sih yang dulu merubah mind set orang-orang kalau orang Ultah itu harus ditraktir? (Berhadapanko sama saya weeh) Ya kalau niat ngasih ucapan yasudah gak usah ada embel-embel traktirannya. hahha (Tulisan ini bakal menimbulkan pro kontra kayaknya hahaha).

Beralih ke perayaan Ultah, dulu kalau gak salah di ulang tahun ke-12 pernah dirayakan dirumah. Almh Ibu tiba-tiba kasih kejutan dengan membuat nasi kuning. Senang? pastinya, walaupun sederhana tapi hal tersebut terasa mewah, gak ada balon atau kue bertingkat dengan lilin super besar. Yang ada hanya nasi kuning dengan lauk seadanya.

Yah hal tersebut sudah sangat mewah dan mahal harganya, perayaan Ultah bersama keluarga dengan masakan Almh Ibu itulah yang mahal susah untuk didapatkan.  Nah, saat itu juga Ultahku digabung dengan perayaan Ultah Appang, adeku yang tengah. Karena Ultah kami beda 3 hari.

Nah, selain itu gak ada perayaan ultah yang hebat menurutku. Walaupun tahun lalu juga beberapa kejutan Ultah juga saya dapatkan dari Sahabat dan sepupu, senang juga. Tapi gak ada yang sesenang di Ultahku yang ke-12.

Nah, di Usia 22 Tahun ini apa yang saya dapatkan? Ntahlah, kita lihat saja nanti. Gak berharap banyak juga sih yang penting doa dan harapan buat saya. Asal gak ada yang minta traktir. Hahahaha satu orang yang ditraktir bakal membuat yang lain bakal iri. Jadi mending gak ada iya kan?(*)

Fotonya @rezakahlil

Fotonya @rezakahlil
Sayami Ini, Inimi Saya