Pages

Kamis, 25 April 2013

PROFIL SMAN 18 MAKASSAR

Tanamkan Kedisiplinan kepada Siswa

REPORTER : REZA KAHLIL-DIAN KURNIASIH
EDITOR : ARSYAD HAKIM

Salah satu kegiatan ekskul Paskibra SMAN 18 Makassar


MENJADIKAN sekolah yang unggul dalam Iptek dan Imtak menjadi visi misi SMAN 18 Makassar (Smandels). Yaps, kali ini tim KeKeR menyempatkan diri hadir di sekolah yang terletak di Jl Paccerakkang Mangga Tiga.
    Berdiri sejak 1994, sekolah yang menjadi tuan rumah dalam program Kampung FAJAR ini didirikan awalnya untuk warga yang bermukim di wilayah perumahan Mangga Tiga. Namun seiring berjalannya waktu, warga di luar pemukiman Mangga Tiga juga sangat terbantu dengan adanya sekolah ini.
    Nah, Smandels yang saat ini dipimpin Drs Rasimen, memiliki beberapa fasilitas sekolah yang menunjang pembelajaran. Diantaranya Ruang Kegiatan Belajar, gedung Lab, Musala, Lapangan Olahraga, dan Perpustakaan.
    Ada yang menarik nih dari sekolah ini, setiap tingkatan memiliki baju batik masing-masing yang dipakai setiap Rabu dan Kamis. Siswa kelas X menggunakan batik berwarna biru, kelas XI baju kotak berwarna hijau, dan kelas XII menggunakan baju motif kotak berwarna merah.
    "Sekolah kami memiliki tiga jenis seragam yang membedakan antara siswa kelas X, XI dan XII. Hal ini untuk memudahkan guru mengenali siswanya sesuai tingkatannya, utamanya bagi mereka yang melanggar peraturan sekolah," ungkap Wakil Kepala Sekolah bagian kesiswaan, Drs Safri Kamaruddin MPd.
    Walaupun letaknya jauh dari pusat kota. Sekolah ini juga gak ketinggalan soal prestasi, baik akademik dan non akademik. Buktinya tiap tahun, persentasi kelulusan siswa Smandels terus meningkat, selain itu ekskul andalan seperti Pramuka dan Paskibra turut menyumbangkan prestasi bagi Smandels.
    Well, soal kedisiplinan. Smandels gak main-main loh. Sebelum pukul 7.30 siswa sudah harus berada di sekolah, pasalnya pagar sekolah sudah dikunci tepat pukul 7.30. Selain itu, siswa yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi point yang ketika mencapai point tertentu akan dikeluarkan utamanya bagi pelanggaran berat seperti merokok dan lompat pagar.
    Bukan hanya itu saja loh, tanggal 10 setiap bulannya rambut siswa harus rapi. Bagi siswa yang kedapatan belum rapi akan dihukum oleh pihak sekolah. "Sekolah ini cukup tegas soal penampilan dan kerapihan siswa, ini soal pembelajaran kedisiplinan bagi siswa kami," tambah Safri, Kamis, 11 April lalu.
    Kepala sekolah SMAN 18 Makassar, Drs Rasimen mengungkapkan prestasi yang diraih oleh sekolah tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan terhadap siswa. "Walaupun sekolah kami sekolah pinggir kota tapi kami tidak merasa terpinggirkan, Kami juga bisa membuktikan prestasi hal ini tidak lepas dari kerja sama antar komponen sekolah," ungkapnya.(*)


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR Senin, 15 April 2013

Doa dan Zikir di SMAN 4 Makassar

Kuatkan Mental Jelang UN
BERDZIKIR. Siswa dan guru SMAN 4 Makassar khusyuk berdzikir demi kesuksesan UN nantinya. Zikir dipimpin ustaz H Darmawansyah SAg MPd.


Menghadapi Ujian Nasional (UN) bukan hanya kesiapan teknis yang dilakukan. Siswa juga harus siap mental dalam menghadapi ujian akhir di sekolah menengah ini. Untuk itulah siswa dan seluruh komponen SMAN 4 Makassar menggelar doa dan zikir bersama menjelang UN.
    Acara yang digelar Kamis, 11 April lalu di halaman sekolah ini, dihadiri sekitar 360 siswa kelas XII yang akan menghadapi UN Senin mendatang. Turut hadir pula mantan kepala sekolah sebelumnya Drs Ibnu Hajar. Ustaz Somad S.Sos MPd yang didaulat memberikan tauziah mengungkapkan, zikir berguna untuk membersihkan hati menjelang UN.
    "Acara ini menjadi tempat siswa mengheningkan dan membersihkan hati menjelang ujian, siswa harus berusaha lebih lagi untuk siap menghadapi UN dan tak lupa berdoa agar siswa bisa diberikan penerangan untuk bisa menjawab soal UN," ungkapnya.
    Setelah mendapatkan pencerahan hati dari ustaz Somad, siswa dan guru kemudian diajak berzikir dan mensucikan hati yang dipimpin ustaz H Darmawansyah SAg MPd, seluruh elemen sekolah tak ayal ikut larut dalam keharuan menjelang UN, tak terkecuali kepala sekolah SMAN 4 Makassar, Dra Hj Marhaeni MPd.
    "Melihat respons siswa dalam mengikuti acara ini membuat saya tersentuh. Semua hadir untuk memaksimalkan usaha dan kerja keras agar bisa tenang dalam menghadapi UN nanti. Dan tak lupa pula kami berharap agar apa yang diniatkan dan dicita-citakan bisa terwujud dan sekolah kami bisa mencetak prestasi lulus 100 persen seperti tiga tahun belakangan ini," ujar Marhaeni.
    Tak sampai di situ saja, acara dilanjutkan dengan salat Isya berjemaah yang dilanjutkan salam-salaman antar siswa dan guru, tangis haru pun pecah kembali, ini semua tak lain karena dukungan dari guru dan pihak sekolah sangat besar bagi keberhasilan siswanya.
Menurut Andi Wahyunira dari kelas XII IPA 1 acara ini sangat membantu dari segi kesiapan mental siswa. (rza/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR Sabtu, 13 April 2013

Dukung UN, Faber-Castell Luncurkan Portal



UJIAN Nasional (UN) terkadang menjadi momen menakutkan bagi siswa. Persiapan tentunya harus dilakukan pendalaman dan pemahaman atas soal-soal yang disajikan serta sisi-sisi lain perlu juga menjadi perhatian peserta UN.
    Hal itu diungkapkan Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Christian. "Portal www.latihanujian.com dibuat mengacu dengan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) yang dikeluarkan Kemendikbud RI. Adapun keunggulan di antaranya, soal yang dibuat dapat digunakan bagi peserta ujian kelas 6 SD, 3 SMP, 3 SMA (IPA & IPS). Materi soal dibuat sesuai standar kelulusan/SKL, dilengkapi pembahasan soal yang menyeluruh dan pengoperasian yang mudah serta segera dapat diketahui hasilnya karena nilai cepat keluar," ungkap Christian saat peluncuran portal beberapa waktu lalu.
    Terkait dengan pembahasan materi soal yang menyeluruh, portal ujian www.latihanujian.com, menurut dia, akan membantu peserta ujian mengetahui jenis materi soal apa yang perlu ditingkatkan.
Sementara itu pemerhati pendidikan, Saufi Sauniawati SS, menilai dengan adanya portal ujian ini akan membantu tidak hanya bagi calon peserta ujian, namun juga dapat digunakan para sekolah untuk menyiapkan anak didiknya dalam menghadapi Ujian Nasional(UN). (rza/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR 12 April 2013

Persiapan Ujian Nasional

Tetap Optimis dengan 20 Paket




    DAG dig dug menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN) sedang dirasakan semua pelajar kelas 3, lalu bagaimana dengan persiapan mental para sobat KeKeR? Sudah siapkah mereka menghadapi UAN itu?
    Survei kali ini membahas tentang Ujian Nasional, dan ternyata banyak dari para siswa yang tidak setuju dengan 20 paket soal loh. Tapi tenang, lebih dari 50 persen yang mengaku sudah siap untuk menghadapi UAN, dan mereka merasa optimis untuk menyelesaikan ujian itu.
    "Saya tidak setuju dengan 20 paket soal, karena bisa membuat kita stres akibat terlalu banyak belajar. Tapi saya sudah siap kok untuk menghadapi UAN, dan saya optimis bisa menyelesaikannya," ungkap Andi Tenri Fada, siswi kelas IX-5 di SMPN 12 Makassar.
    Nah, walaupun masih banyak yang belum siap menghadapi UAN, kita harus tetap optimis bisa mengerjakan semua soal ujian itu, yang jelaskan sudah ada usaha.(niz-rza)

HASIL SURVEI:

Siapkah kamu menghadapi Ujian Nasional?
- Pasti: 54 %
- Belum terlalu: 46 %

Apa yang kamu rasakan menjelang Ujian Nasional?
- Takut: 24 %
- Biasa saja: 12 %
- Optimis: 60 %
- Lainnya: 4 %

Persiapan apa saja yang telah kamu lakukan?
- Ikut bimbingan: 6 %
- Berdoa: 2 %
- Semua dilakukan: 90 %

Setujukah kamu dengan 20 paket soal?
- Setuju: 24 %
- Biasa saja: 18 %
- Tidak setuju: 58 %

*Jumlah SoKeRs yang disurvei 50 orang, tersebar di beberapa sekolah 


NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR 12 April 2013

Batik Sekolah

Ciri Identitas Sekolah



SETIAP sekolah pasti memiliki ciri khasnya masing-masing tak terkecuali dengan seragam. Nah batik sekolah bisa loh menjadi sebuah identitas suatu sekolah, misalnya nih kalau udah lihat segerombolan anak-anak sekolah dengan memakai seragam batik kita pasti udah tahu kan mereka siswa sekolah mana.

Nah, seperti itulah yang diungkapkan oleh Eti Rahayu Putri, siswa kelas XII IPA 1 SMAN 9 Bulukumba ini mengungkapkan jika batik sekolah itu wajib harus ada, bukan tanpa alasan. Batik sekolah bisa menjadi ciri khas dan identitas sekolah.

"Kalau menurut saya, baju batik sekolah sangat penting dan wajib ada. Soalnya kan, batik sekolah bisa menjadi identitas dan ciri khas sebuah sekolah," ungkap dara yang akrab disapa Eti ini.

Senada dengan Eti, Armawati siswa kelas XII IPS 2 SMAN 1 Bulukumba juga mengaku kewajiban menggunakan batik sebagai salah satu seragam disekolah bisa menjadi sebuah variasi tersendiri dalam memakai seragam.

"Yah kalau misalnya pakai baju seragam putih abu-abu kan monton banget bosan, yah dengan adanya batik mungkin selain menjadi ciri identitas sekolah, batik juga menjadi variasi dalam seragam sekolah. Selain itu lebih membuktikan kalau pelajar juga harus cinta budaya indonesia," tutur cewek hobi baca novel ini.(rza/ars)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR 11 April 2013

Senin, 22 April 2013

Kirim Surat Via POS

NASKAH + FOTO : AKSA ZUGITO + REZA KAHLIL

Kirim surat via POS ?? Wah kayaknya sudah mulai ditinggalkan, nah kira-kira kapan sih para pelajar ini terakhir kali mengirim surat via POS?? Ini dia pendapat mereka yang terbit di Halaman KeKeR FAJAR 10 April 2013.


Thareq Dwi Chairul Umam
SMAN 2 Makassar




Membantu Ayah

    "Menurut saya, zaman sudah berubah dengan adanya internet dan ponsel. Mengirim surat via pos saya pernah tapi cuma bantu ayah doang sih."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anang Rahmansyah
SMAN 2 Makassar




Undian Berhadiah

    "Kalo saya sih, waktu masih kanak - kanak pernah kirim surat lewat pos karena undian berhadiah yang diiklankan. Sekarang sudah tidak lagi kan sudah besar hehehe."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Putry Purwandari
SMAN 2 Pangkajene


 

Kirim Cerpen

    "Pernah, ketika saya mengirim cerpen ke Harian Fajar itupun waktu saya masih SMP. Sekarang sih, sudah mengirim lewat Email aja gitu."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Andi Zulfasyah Indah
SMAN 1 Bulukumba





Sudah Jarang

"Kirim surat via pos? Wah aku sudah jarang tuh, malah gak pernah kan sekarang ada email atau SMS yang lebih simpel dan cepat nyampenya."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Syahrul Syam
SMKK Phinisi Bulukumba




Zaman SD

"Terakhir kali kirim surat via pos, kalau gak salah itu SD. Soalnya pas waktu itu masih kurang yang pakai email dan sebagainya, itupun yang ngirim orang tua aku."

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masrudi
SMKK Phinisi Bulukumba





Gak Pernah

"Kalau aku gak pernah kirim surat via pos, paling pakai perantara orang yang kebetulan mau ke tempat tujuan aku kirim surat. Tapi kirim surat via pos sepertinya udah mulai jarang ditinggalkan."

Jangan Biarkan Hak Pejalan Kaki Terenggut

REPORTER : REZA KAHLIL -- NURUL IZZAH
EDITOR : ARSYAD HAKIM





KESELAMATAN kita sehari-hari pasti sangat kita utamakan. Apalagi jika sedang berada di jalan umum, keselamatan selalu menjadi hal utama.

NAH, maka dari itu, pemerintah membangun trotoar atau bahasa kerennya adalah jalur pejalan kaki yang digunakan untuk menjamin keamanan para pejalan kaki. Terus gimana dengan keadaan trotoar di sekitar kita saat ini? Apa masih sesuai fungsinya?

Devi Arianti, siswi kelas VIII-7 di SMPN 12 Makassar mengaku, jarang menggunakan trotoar, yah karena jalan yang dia lalui memang tidak ada trotoarnya sih. Tapi menurutnya, trotoar di sekitar kita belum aman digunakan.

"Saya sih memang jarang pakai trotoar, selain saya jarang menjumpai, trotoar di Makassar ini belum terlalu aman dipakai. Masih banyak pengendara motor sering mengambil fasilitas para pejalan kaki," jelas dara yang senang menggambar ini.

Senada dengan itu, Mulyanti Ayu Wulandari, siswi kelas XI IPA-2 di SMAN 12 Makassar ini pun menganggap bahwa banyak trotoar di Makassar yang sudah beralih fungsi, entah menjadi lahan untuk menjual, atau rusak karena digunakan kendaraan bermotor.

"Kadang prihatin melihat kondisi jalanan yang trotoarnya sudah beralih fungsi, seperti dijadikan tempat parkir, pedagang kaki lima, bahkan jadi jalur tambahan untuk motor yang ingin mempercepat jalannya ketika macet. Jadi, para pejalan kaki sangat dirugikan. Dari segi kenyamanan juga keamanan," aku gadis yang gemar membaca ini.

Hal serupa juga diungkapkan Erika Apriliani, siswi kelas VIII-7 di SMPN 36 Makassar ini mengaku, takut menggunakan fasilitas umum yang satu ini karena para pejalan kaki lebih sering diserobot jalannya oleh pengendara.

"Saya jarang menggunakan trotoar karena bahaya, banyak pengendara yang merebut hak para pejalan kaki. Hal ini harus diberi teguran keras, biar keselamatan para pejalan kaki terjamin," tuturnya.

Sementara Fitria Ananda Eka Putri Ar. siswi kelas XII IPA-1 di SMAN 9 Bulukumba mengaku trotoar sangat bermanfaat karena bisa melindungi pengguna jalan, terlebih lagi jika trotoarnya rindang kerena dipenuhi dengan pepohonan, pasti benyak yang ingin menggunakannya.

Komentar yang sama juga datang dari Eti Rahayu Putri, siswi kelas XII-IPA 1 di SMAN 9 Bulukumba ini mengaku masih sering menggunakan trotoar karena dia lebih sering jalan kaki jika ingin pergi ke suatu tempat.

"Masih sering banget pakai trotoar. Dan pasti sangat bermanfaat karena bisa membantu pengguna jalan untuk bisa berlalu lalang di jalan raya dengan aman. Yang jelas tidak disalahgunakan, dan tetap dijaga dengan baik, pasti manfaatnya sangat besar," ungkapnya.

Nah, penggunaan trotoar pasti sangat bermanfaatkan bagi kita kan Sobat KeKeR? Makanya, kita harus bisa menjaga fasilitas umum itu dan fungsikan sesuai dengan fungsinya. Biar tidak merugikan pihak lain juga kan.(*)

NB : Terbit di Halaman KeKeR FAJAR 9 April 2013

Fotonya @rezakahlil

Fotonya @rezakahlil
Sayami Ini, Inimi Saya